Home > Mikrokontroler > AVRLib Setup

AVRLib Setup

Mikrokontroller AVR sering digunakan dalam beberapa aplikasi. Mikrokontroller jenis ini memiliki banyak kemudahan dan fitur yang beragam jika dibandingkan dengan Mikro yang lain. Salah satu kemudahan itu adalah mikro ini dapat diprogram menggunakan bahaca C. Untuk dapat memprogram avr dengan bahasa c terdapat banyak tool diantaranya menggunakan C Code AVR, WinAVR. Disini penulis menggunakan WinAVR untuk memprogram mikro tersebut. WinAVR dapat di download di link http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=68108&package_id=66543&release_id=668059. Install WinAVR tersebut, setelah terinstall maka pada AVR studio akan muncul AVRGCC seperti pada gambar dibawah ini

winavrWinAVR telah terinstall

Pada WinAVR tersebut sudah terdapat beberapa library untuk mikro AVR, tapi untuk menjalankan aplikasi tertentu Library default tidaklah mencukupi. Untuk itu diperlukan library tambahan, dari sekian banyak library yang beredar di internet, penulis menggunakan AVRLib yang menurut penulis lebih mudah dan sudah tersedia semuanya. AVRLib dapat di download disini http://www.mil.ufl.edu/~chrisarnold/components/microcontrollerBoard/AVR/avrlib/. AVRLib di buat oleh Mr. Pascal Stang, terima kasih buat Mr. Pascal Stang yang telah membuat library ini sehingga memudahkan dalam pembuatan program. Setelah terintall, untuk menjalankan AVRLib ada beberapa yang perlu di setting terutama pada makefile-nya. File makefile dan global.h ditaruh dalam satu folder project, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

winavr1makefile+global.h dalam satu folder

Agar AVRLib bisa digunakan, maka AVRStudio perlu menunjuk ke makefile yang ada dalam satu folder tersebut. Untuk mengarahkan makefile tersebut, tekan winavr3 yang ada pada AVRStudio.

winavr2Cara setting makefile

centang Use External Makefile –> arahkan ke makefile yang terdapat dalam satu folder tadi.

Dalam file makefile ada beberapa hal yang perlu dirubah, yaitu seri mikro dan target.

winavr4Definisikan seri mikro yang digunakan

Pada contoh diatas mikro yang digunakan adalah Atmega8, tanda ‘#’ sebelum mikro menandakan bahwa mikro tersebut tidak digunakan (nonaktif). Sedangkan target disini adalah file yang mengandung fungsi main atau boleh dikatakan sebagai main file.

winavr5winavr6target –> monitor

seperti yang terlihat pada contoh diatas TRG = monitor, yang artinya main file ada di monitor.c

To be Continue untuk tutorial berikutnya –> AVR dengan bahasa C (AVRLib)

Categories: Mikrokontroler
  1. Anonymous
    March 7, 2012 at 2:21 pm
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: