Home > Mutiara > Niat Saja Tidak Cukup

Niat Saja Tidak Cukup

Ini hanya sekedar pemikiran penulis, tidak ada maksud apa-apa.

Membaca judulnya saja sudah pasti timbul pertanyaan yang bermacam-macam. kemarin judul ini nampang di status YM penulis, banyak temen-temen yang bertanya. Pertanyaan yang simple, maksudnya apa??.. Temen sebuah niat erat hubungannya dengan sesuatu yang ingin kita capai. Misalkan begini, Temen punya mimpi untuk mendapatkan nilai ujian yang bagus, tentunya temen mempunyai niat untuk belajar yang giat dan rajin. Dari situ sudah ada kemauan dalam diri teman untuk mengejar mimpi itu, tapi pertanyaannya kemudian, ketika ujian datang dan nilai ujian keluar, apakah sudah tercapai mimpi itu?..Misalkan lagi kita yang dulunya kurang baik ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, kita punya niatan untuk merubah sikap dan perilaku kita agar menjadi lebih baik, tapi hasilnya? Terkadang hasilnya sudah sesuai dengan yang diharapkan adakalanya malah menyimpang. Penulis sepakat masalah hasil kita serahkan kepada Tuhan. Tapi yang penulis cermati disini adalah proses menuju ke arah mimpi itu, makannya penulis menulis judul “Niat saja tidak cukup”.

Sebuah niatan itu berasal dari hati, adanya hanya didalam diri kita dan hanya kita dan Tuhan yang tau. Orang lain akan tau niat kita jika niat itu diwujudkan dalam dalam sebuah tindakan yang nyata. Biasanya setelah terbentuk niat, kita membuat daftar langkah-langkah kecil untuk mewujudkan niat itu menjadi sebuah kenyataan. Ada yang menyusunnya di catatan misalkan di diare ato dicatat langsung di Otak. Nah dari sini timbul lagi pertanyaan, sudahkan kita melakukan daftar langkah-langkah kecil tadi? atau itu hanya sekedar penghias belaka?..banyak kegagalan pencapaian impian itu dikarenakan daftar-daftar tadi tidak dilakukan semaksimal mungkin, atau mungkin tidak dilakukan sama sekali (wah kalo ini lebih parah sepertinya) hanya sebatas niat saja.  Sekarang coba kita tengok orang-orang yang berhasil mewujudkan mimpi mereka, mereka dengan gigih menjalankan daftar-daftar tadi dan melakukan sedikit perubahan (atau bahkan perubahan besar) untuk mencapai mimpi mereka. Dari ilustrasi diatas dua kondisi tadi sama-sama punya niat, tapi yang membedakan adalah proses menuju kesana. Kalaupun dua kondisi diatas sama-sama punya niat dan proses yang sama tapi hasilnya berbeda, kita serahkan kepada Tuhan teman. Hanya Tuhan yang mengerti mana yang terbaik bagi kita, bukan diri kita.

Categories: Mutiara
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: