Posted by: Dayat Kurniawan | June 1, 2009

Pergi ke Kawah Putih (Ciwidey)

Minggu kemaren (31 Mei 2009) penulis beserta kakak tingkat waktu kuliah dulu pergi ke kawah putih (ciwidey). Berangkat pukul 08.00 sampai di lokasi jam 10. Naik sepeda motor,pemandangan di  jalanan yang dilalui asyik cuman ada hal yang membuat tidak nyaman jalan disana rusak berat, penuh lubang. Apalagi jalan yang mau masuk ke lokasi..selama dalam perjalanan ke sana, serasa Dejavu “seperti saat ke malang kalo lewat pujon dan batu”..tiba ditempat lokasi cukup bayar tiket masuk 10rb/orang dan parkir kendaraan 2rb rupiah. Dari pintu masuk sampai ke lokasi kawah putihnya lumayan jauh dan jalan menanjak berliku ditambah lagi jalan yang dilalui sudah banyak yang rusak. Medan yang cukup berat..selama penajakan kejadian beberapa kali motor tidak kuat naik padahal kita menggunakan motor supra 125. Tak hanya kita yang mengalami hal tersebut, banyak pula wisatawan yang lain mengalami hal yang sama..jadi akhirnya dorong dan dorong (lumayan uey..)..selama dalam perjalanan ada juga seorang pasangan muda-mudi yang jalan kaki berdua, menaiki bukit menuju kawah putih (hhhmmmm…hhhmmmm…)..untuk bisa naik lokasi, di pintu masuk disediakan mobil pengangkut. Mobil ini disediakan untuk wisatawan yang tidak menggunakan mobil pribadi ato motor..untuk tiketnya penulis tidak tau(belum tanya..)..selama dalam pennajakan hawa dingin mulai terasa..tiba di lokasi, kita parkir motor sebentar dan langsung menuju ke tempat kawah putih..ooh ya di lokasi parkir motor banyak penjual jagung bakar, jagung rebus dan strawbery yang dikasih coklat (mmmhhmm…mmmhmmh..)..tiba dilokasi, kesan pertama tercium bau belerang (sulfur)..semakin mendekat, bau sulfur semakin menyengat..31052009(006_1)                                                      Pemandangan di ciwidey

di tempat lokasi terdapat gua yang dibangun oleh Belanda pada jawam dulu, kata penduduk setempat gua tersebut panjangnya 12KM tembus ke Cibodas..pemabangunan gua tersebut digunakan untuk industri belarang pada jaman belanda dulu, dan sekarang sudah ndak ada lagi..

31052009(009)Gua di lokasi Ciwidey

Di depan goa bertuliskan “Bebahaya jangan terlalu lama di depan goa”, menurut penulis hal ini disebabkan karena kandungan sulfur/belerang terlalu tinggi sehingga kalo kita lama-lama menghirup udara yang terkontaminasi dengan sulfur terlalu tinggi akan berbahaya bagi kesehatan kita..Selama satu jam penulis berada di lokasi, nafas terasa sesak karena terlalu banyak menghirup sulfur..sebenarnya untuk berada ke lokasi harus menggunakan masker sebagai pelindung kita waktu menghirup udara..Selama satu jam disana kita foto-foto, ngobrol kanan-kiri terus cabut pulang..31052009(003)

Foto orang narsis..

Keluar dari lokasi, nafas terasa segar kembali,,kita makan jagung rebus dulu sebelum balik ke rumah..Nah itulah sekelumit kisah ke Ciwidey..Terasa pegal di jalan heee…hee….

 

Posted by: Dayat Kurniawan | May 13, 2009

Renungan Hati

seiring dengan berjalannya waktu
semakin banyak yang telah ku lalui
dikala tangis dan tawa yang datang silih berganti
kutegarkan hatiku tuk hadapi semua itu

dikala umur semakin pendek
tak tahu kapan aku menghadap NYA
apakah aku bisa kembali pada NYA
seperti waktu aku datang ke dunia ini?

hidup ini
apakah sebenarnya hidup itu?
hanya hati kita yang tahu
kemana arahnya, kemana tujuannya, kemana kita harus melangkah
sekali lagi hanya hati kita yang tahu

hidup di dunia hanya sekali
tak ada kesempatan yang datang tuk yang kedua kalinya
dikala kita sudah merasa tak sanggup
apakah kita menyerah begitu saja?
seolah olah kita terjepit di dua dinding yang sukar diterjang
dalam keadaan begini kemana kita harus melangkah?
sekali lagi hanya hati kita yang tahu

satu hal yang perlu kita garis bawahi
bahwa hati kita adalah kunci dari segala-galanya
kenyakinan dalam hati akan menglahkan semua keraguan kita
keputusasaan akan menjadi semangat yang kuat
kegagalan akan menjadi keberhasilan yang amat menyenangkan

itu semua akan menjadikan hidup ini indah

Posted by: Dayat Kurniawan | May 12, 2009

Buku Webcam Delphi

Berawal dari ngeblog, tulis sana tulis sini akhirnya ketemu sama Pak Fadlisyah, ceritanya cukup singkat berawal dari tulisan saya tentang webcam menggunakan delphi yang ada di blog ini. Dari situ Pak Fadli mempunyai ide bagaimana kalo dibuat sebuah buku, perlu di ketahui Pak Fadli ini merupakan seorang penulis buku yang sudah banyak menerbitkan buku2 tentang TIK (Teknik Informasi Komunikasi). Dari situlah Pak Fadli, Pak Fahmi dan saya peribadi mencoba menuliskan sesuatu dengan cara yang agak teratur heee…he… :)  

bukuBuku tersebut bisa dibaca di link http://www.scribd.com/doc/14277005/Buku-Delphi-Webcam-Fadlisyah  

Terima Kasih buat Pak Fadli dan Pak Fahmi, nice to meet you :)

Posted by: Dayat Kurniawan | May 12, 2009

A2D dari AVRLib

A2D atau yang dikenal dengan analog to digital convertion adalah suatu metode yang digunakan untuk mengkonversi sinyal analog menjadi data digital. Mikrokontroler AVR sudah built in ADC, sehingga para developer tidak perlu repot2 menambahkan ADC ekternal. Misalkan ATmega8, mirko ini memiliki ADC internal dengan resolusi 10 bit. Untuk mengakses konfigurasi dan hasil ADC ini AVRlib menyediakan library a2d.c, a2d.h..Hal pertama yang dilakukan adalah meletakkan fungsi header a2d.h seperti pada gambar dibawah ini

adc#include “a2d.h” pada main file

untuk mengaktifkan ADC diperlukan fungsi

adc1

Dalam menjalankan ADC ada beberapa perlu di setting yaitu ADCPrescaler, ADCreference. Untuk adcprescaler disediakan fungsi adc2ADC_PRESCALE_DIV32 bisa diganti dengan list yang ada dibawah ini adcpresSecara default adcprescale di setting pada ADC_PRESCALE_DIV64

untuk mendefinisikan tegangan referensi yang digunakan, disediakan fungsi adc3

ADC_REFERENCE_AVCC bisa diganti dengan list dibawah iniadcref

dalam library ini disediakan 2 alternatif  dalam mengambil data hasilkonversi yaitu 8 bit dan 10 bit, hal ini memudahkan bagi para developer. Hasil conversi dapat diakses menggunakan fungsi adc5ADC conversi 10 bitadc6ADC conversi 8 bit

untuk memilih channel ADC yang aktifkan cukup dengan mengisi parameter char ch, misalkan melakukan konversi 10 bit channel 1, dituliskan a2dConvert10bit(1), cukup mudah kan…

Posted by: Dayat Kurniawan | May 11, 2009

AVRLib Setup

Mikrokontroller AVR sering digunakan dalam beberapa aplikasi. Mikrokontroller jenis ini memiliki banyak kemudahan dan fitur yang beragam jika dibandingkan dengan Mikro yang lain. Salah satu kemudahan itu adalah mikro ini dapat diprogram menggunakan bahaca C. Untuk dapat memprogram avr dengan bahasa c terdapat banyak tool diantaranya menggunakan C Code AVR, WinAVR. Disini penulis menggunakan WinAVR untuk memprogram mikro tersebut. WinAVR dapat di download di link http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=68108&package_id=66543&release_id=668059. Install WinAVR tersebut, setelah terinstall maka pada AVR studio akan muncul AVRGCC seperti pada gambar dibawah ini

winavrWinAVR telah terinstall

Pada WinAVR tersebut sudah terdapat beberapa library untuk mikro AVR, tapi untuk menjalankan aplikasi tertentu Library default tidaklah mencukupi. Untuk itu diperlukan library tambahan, dari sekian banyak library yang beredar di internet, penulis menggunakan AVRLib yang menurut penulis lebih mudah dan sudah tersedia semuanya. AVRLib dapat di download disini http://www.mil.ufl.edu/~chrisarnold/components/microcontrollerBoard/AVR/avrlib/. AVRLib di buat oleh Mr. Pascal Stang, terima kasih buat Mr. Pascal Stang yang telah membuat library ini sehingga memudahkan dalam pembuatan program. Setelah terintall, untuk menjalankan AVRLib ada beberapa yang perlu di setting terutama pada makefile-nya. File makefile dan global.h ditaruh dalam satu folder project, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

winavr1makefile+global.h dalam satu folder

Agar AVRLib bisa digunakan, maka AVRStudio perlu menunjuk ke makefile yang ada dalam satu folder tersebut. Untuk mengarahkan makefile tersebut, tekan winavr3 yang ada pada AVRStudio.

winavr2Cara setting makefile

centang Use External Makefile –> arahkan ke makefile yang terdapat dalam satu folder tadi.

Dalam file makefile ada beberapa hal yang perlu dirubah, yaitu seri mikro dan target.

winavr4Definisikan seri mikro yang digunakan

Pada contoh diatas mikro yang digunakan adalah Atmega8, tanda ‘#’ sebelum mikro menandakan bahwa mikro tersebut tidak digunakan (nonaktif). Sedangkan target disini adalah file yang mengandung fungsi main atau boleh dikatakan sebagai main file.

winavr5winavr6target –> monitor

seperti yang terlihat pada contoh diatas TRG = monitor, yang artinya main file ada di monitor.c

To be Continue untuk tutorial berikutnya –> AVR dengan bahasa C (AVRLib)

« Newer Posts - Older Posts »

Categories